Showing posts with label Guru. Show all posts
Showing posts with label Guru. Show all posts

Aug 31, 2015

Mengenal Anak Didik yang Lemah Mental di SD ?




“ Mengapa anak jarang dapat menjawab pertanyaan bila di tanya ?Mengapa perhatiannya tak dapat bertahan lama ? Mengapa tingkah lakunya tampak tak menentu? Dan mengapa sikapnya berlainan dengan teman – teman sekelasnya.
Demikian pertanyaan – pertanyaan yang timbul dalam fikiran yang menjadi guru kelas anak tersebut. Mungkin ada suatu kelainan pada diri anak tersebut. Untuk memperoleh jawaban yang pasti , pendidik tersebut membwa peserta didik ke bersama orang tuanya kepada seorang konselor. Konselor mengadakan wawancara dengan orang tua siswa tersebut dan setelah diberi tes kecerdasan maka konselor tersebut menarik kesimpulan bawa anak tersebut seorang anak lemah mental. Hasil test kecerdasan menunjukan bahawa kecerdasan anak pada tingkat di bawah normal dibandingkan dengan anak sebaya dengannya .
Apakah Lemah Mental Itu ?
Dalam buku bahasa Indonesia anak lemah mental juga di sebut anak yang terbelakang. Termasuk dalam dalam golongan ini yang lambat belajar yang IQ antara 70 – 80 dan yang mempunya IQ di bawah 70 meliput Debil ( 70 – 40 ) Embisil ( 40 – 20 ) dan Idiot di bawah 20.
Ciri – ciri seorang anak yang di sebut lemah mental yaitu bahwa orang itu :
1.    mempunyai kecerdasan yang terbatas yang di miliki sejak periode perkembangannya
2.    kurang sempurna daya fikirannya (kecerdasan ada pada tingkat di bawah rata – rata ).
3.    memiliki penyesuaian tingkah laku yang terbatas dan
4.    terhambat atau tidak maju dalam belajarnya.

May 13, 2015

Aplikasi Rata-Rata Raport Semster 7 sampai semester 11.



Rumus excel mempermudah pekerjaan menghitung kita, seperti penjumlahan, perkalian, pembagian, mencari nilai rata-rata raport semester 7 sampai semester 11 bahkan sampai pada tingkat perhitungan paling rumit. Dengan menggunakan excel memungkinkan kita mengolah jutaan data hanya dalah hitungan detik.

Kali ini
ingin berbagi cara untuk mencari nilai rata-rata raport semester dengan excel. Mencari nilai rata-rata semester 7 sampai semester 11 untuk Sekolah Dasar  merupakan pekerjaan guru kelas VI atau Tata Uasaha setiap akhir tahun pelajaran karena untuk menentukan nilai Kelulusan VI.Mencari rerata semester 7 sampai semester 11 bukan pekerjaan mudah karena karena harus di jumlahkan nilai yang di dapat di semester sampai nilai yang di dapat di semester 11. Karena itu saya membuat mencari format/ aplikasi perhitungan rata-rata rapor semester 7 sampai semester 11 dengan memasukkkan nilai di kolom yang di sediakan otomatis akan terhitung sendiri.

Namun bagaimana jika Anda ditugaskan bukan untuk mencari nilai rata-rata raport namun mencari nilai rata-rata ribuan Angka yang mana jika Anda menggunakan kalkulator kemungkinan salah pencet sangat besar, jika salah satu angka saja Anda terpaksa mulai lagi dari awal. Solusinya adalah mencari nilai rata-rata dengan excel.
Aplikasi  berbasis excel seperti ini mudah kita temukan apabila kita mencarinya di google. Tapi dalam hal ini saya mencoba belajar membuat aplikasi buatan  sendiri lah, walupun masih sangat sederhana. Sangat jauh apabila disandingkan dengan aplikasi serupa, apalagi yang sudah memakai vba 


Aplikasi hitung nilai raport yang coba saya buat ini, memakai dasar daftar nilai yang bapak dan ibu guru di tempat saya digunakan.  Tabel daftar nilai saya buat sesuai format saya tahu kemudian sya kasih rumus rata-rata dan rumus nilai raport. Rumus rata-rata menggunakan juga fungsi AVERAGE, Setelah itu saya membuat raport sementara dengan rumus hlookup dan vlookup. Untuk mempermanis tampilan saya kasih warna hehe. Selain itu saya buat data validasi yang tujuannya misal seperti ini cell hanya bisa diisi angka 1 – 10. Saya juga menambah conditional formating, ndak tau nulisnya salah apa benar, hiihii.. ini fungsinya biar nilai yang di bawah KKM menjadi beda, misalnya jadi berwarna merah. Keren kan??  hhehe
Download Aplikasi Rata-Rata Raport semester 7 sampai semster 11 DISINI


May 6, 2015

Dampak Menakut-nakuti Anak

Banyak orang tua menakut-nakuti anaknya. Anehnya, tujuan menakut-nakuti agar anak menuruti keinginan orang tua. Padahal mereka tidak sadar beberapa dampak ketakutan pada anak.
Dampak Menakut-nakuti pada anak.

Menakut-nakuti bayi dibawah 12 bulan
Menakut-nakuti bayi dibawah 12 bulan hanya akan membuat ia selalu merasa tidak aman dan nyaman. Karena, dengan menakut-nakuti bayi, apalagi selalu berulang diterima, lama kelamaan dia akan menyerapnya. Dalam otak akan terekam bahwa apa yang ditakut-takuti tersebut sehingga si kecil selalu merasa tidak aman dan nyaman.

Menakut-nakuti Batita
Menakut-nakuti anak usia 1- 3 tahun ( batita) hanya akan membuat anak tergantung pada orang tua. Anak balita tidak bisa membedakan mana yang masuk akal dan mana yang tidak. Karena itu, apa yang dilihat dan dingarnya sering diserap sebagai sesuatu yang nyata. Sehingga menakut-nakuti anak usia 1- 3 tahun atau batita hanya akan membuatnya tergantung pada orang tua. Akhirnya si anak menjadi sosok penakut.

Menakut-nakuti Balita
Anak usia 3 – 5 tahun ( Balita) memiliki imajinasi yang sudah berkembang. Rasa takut yang muncul karena selalu ditakut-takuti akan membuatnya mimpi buruk. Sementara ketakutan yang terus menerus dialami akan mengakibatkan anak selalu bingung, cemas dan tegang.

Menakut-nakuti 6 – 9 tahun
Suasana takut akibat serng ditakut-takuti itu terus menatap dalam benak anak, maka proses eksplorasi, bermain dan kegiatan rutinnya akan terganggu serta terhambat. Perasaan takut berlebihan akan merusak kempuan berpikir dan berprilaku secara rasional, terutama dalam pengambilan keputusan.

Menakut-nakuti anak 9 – 12 tahun
Terlalu banyak menakut-nakuti anak pada usia ini juga berakibat negatif. Banyak energi terbuang percuma karena anak memelihara rasa takutnya yang berlebihan sehingga mengganggu proses belajarnya di sekolah. Dia tak bisa konsentrasi belajar. Yang seharusnya digunakan untuk belajar, jadi digunakan untuk mengatasi rasa takutnya.
Jadi lebih baik menghindari menakut-nakuti anak. Apalagi tujuannya hanya untuk anak menuruti keinginan orang tua saja. Lantas apa yang harus dilakukan para orang tua?

Tips buat Orang Tua Menghindari Menakut-nakuti Anak
- Stop menakut-nakuti anak dalam bentuk apapun. Jika terpaksa perlu ada penjelasan dari orang tua sehingga anak mengerti
- Di usia bayi, kebutuhan dasar sangat penting diperhatikan yaitu terciptanya rasa aman dan nyaman. Tugas orang tua adalah mengkondisikan suasana lingkungan yang kondusif dengan cara membujuk atau mengajak si kecil dengan kata-kata lemah dan lembut.
- Begitupun dengan batita dan si pra sekolah, membujuknya lebih efektif daripada menakut-nakuti yang jelas tidak ada manfaatnya.
- Kontrol mengatasi rasa takut anak, jangan biarkan si kecil sendiri mengatasi rasa takutnya. Doronglah anak untuk mengekspresikan perasaannya sehingga sehingga latar belakang ketakutannya dapat terungkap.
- Bila rasa takut anak sudah mengganggu aktivitasnya sehari-hari, sebaiknya konsultasikan pada ahli.
Semoga bermanfaat.

May 1, 2015

Fenomena Unik Seorang Guru

Menurut G.J. Nieuwenhuis bahwa “Suatu bangsa tidak akan maju , sebelum ada diantara bangsa itu segolongan guru yang berkorban untuk keperluan bangsa.” Oleh Karena itu maka saya menulis sebuat artikel yang khusus menyinggung persoalan guru dalam konteks pendidikan karakter. Saya melihat bahwa sesungguhnya guru dapat memainkan peran yang sangat strategis dalam usaha mulia membangun karakter yang sedang digagas oleh pemerintah yaitu Indonesia Emas 2045.


Memperbaiki bangsa tanpa memberikan perhatian besar kepad persoalan guru adalah sesuatu yang pelik. Bagaimana pun , guru adalah ujung tombak pendidikan . Sementara pendidikan adalah satu – satunya jalan yang dapat mengantarkan manusia menuju puncak peradaban. Ketika guru tidak menjalankan perannya dengan baik, maka proses pendidikan tidak berjalan dengan efektif,  dengan demikian tujuan pendidikan pun tidak akan tercapai. Ketika pendidikan gagal mencapai tujuannya , dengan sendirinya manusia juga gagal menjadi lebih baik. Sebab tujuan pendidikan adalah membentuk manusia yang baik dalam seluruh aspeknya.

Murid adalah generasi masa depan bangsa, mereka yang menentukan nasib suatu bangsa . Malangnya mereka kerap kali mengalami nasib buruk. Di banyak rumah , para tokoh kehidupan masa depan itu sering kali diperlakukan dengan kasar, hak-haknya diabaikan, pendapatnya diremehkan, dan hampir dibuat tidak berdaya oleh dua raksasa bernama ayah dan ibu.

Tragisnya lagi , nasib mereka di sekolah kadang tidak lebih baik, bahkan mungkin lebih buruk daripada di rumah. Mereka di sekap seharian di dalam ruangan persegi empat bernama kelas, dipaksa duduk manis di belakang meja yang memenjarakan, menatap kosong pada seonggok kertas berjilid bernama buku pelajaran yang berisi sekumpulan tulisan membosankan dan harus mendengarkan dengan bosan celoteh dari mulut berbusa yang seolah tahu segalanya. Kalau dirumah mereka berhadapan dengan dua raksasa pemarah , di dalam ruang persegi empat itu nasib mereka bisa lebih mengerikan lagi. Di ruang persegi empat tersebut kadang – kadang mereka harus berhadapan dengan monster yang mengerikan yaitu GURU.

Anak polos itu tak pernah mengerti, monster kadang lebih pemarah daripada kedua raksasanya di rumah. Mereka tidak pernah sempat bertanya , apakah kemarahan itu sesunggunya merupakan setumpukan masalah yang di bawa dari rumahnya atau karena tidak cinta di dalam hatinya, ataukah jangan-jangan  monster itu memang tidak punya hati karena tidak mengenal kata ampun. Begitu kelas mulai ribut, hantaman penggaris di papan tulis mulai terdengar  menggelegar. Bahkan kadang – kadang penggaris kecil tanpa ampun dipunggung hingga meninggalkan luka . Selain pemarah monster itu  juga sangat angkuh dan sombong, menganggap dirinya sangat paling tahu. Mereka menganggap murida itu adalah hanyalah gelas kosong yang selalu diisi dengan air pengetahuan. 

Dengan demikian diantara anak didik berpendapat bukan pujian mereka terima melainkan umpatan
Perlu diketahui tidak semua guru adalah monster yang pemarah, angkuh kejam dan tak berhati. Selalu ada guru yang menjalankan perannya yang teramat mulia  sebagai penggilan jiwa untuk mengisi hidup dengan kebaikan dan kebermanfaatan . Mereka mendidik dengan cinta dan kasih sayang, sehingga kelak terlahir manusia – manusia yang hatinya di penuhi oleh cinta dan jiwanya merindukan kebahagian hidup tidak saja bagi dirinya, melainkan juga bagi sesamanya

Yang Tak kalah mengejutkan , tingkat kehadiran kehadiran guru tidak seberapa. Artinya penyakit mental mulai di tularkan ke guru lain secara tidak langsung. Jadi saya berpikir murid yang ada di kelas  kepergok membolos bukan karena malas belajar tetapi karena tidak ada yang mengajar di kelas. Hal ini sangat mungkin kalau kita lihat di tiap kelas masih sangat minim, sehingga ketika seorang guru mangkir mengajar , aktivitas belajar siswa pun terganggu.

Kasus lain yang sering kita temukan adalah minat membaca seorang guru sangat minim atau masih dalam kategori rendah . Ini bisa dilihat dari beberapa indikator diantaranya :
1.    sebagian besar guru hanya membaca buku paket yang menjadi pegangan mengajar
2.    sebagian besar guru tidak memiliki koleksi bahan bacaan secara mandiri
3.    sebagian besar guru mengakses bahan bacaan dari internet namun bukan untuk menambah wawasan bahan ajar.
4.    sebagian besar guru kurang tertarik berkunjung kepameran buku atau ke toko buku
5.    sebagian besar guru kurang menganggap penting memiliki buku untuk memperkaya wawasan  pembelajaran
6.    sebagian guru tidak membuka buku sumber saat membuat persiapan buku mengajar.

Tanpa bermaksud meremehkan guru, saya memberikan kesimpulan bahwa minat guru sangat minim. Fenomena rendahnya minat baca guru – giuru bukan karena faktor kemalasan saja tetapi karena sudah terjangkit virus sibuk urusan pribadi, hilangnya keteladanan dalam kerja keras,  kepercayaan diri dan kejujuran,  

Hingga detik ini , saya masih menganggap bahwa guru adalah sosok yang mulia. Maka bagi saya guru yang ideal para nabi, yang dengan penuh ketulusan dan cinta mengabdikan hidupnya untuk memperpaiki harkat hidup kaumnya. Para Nabi mengajar ajaran mulia dengan hatinya, sehingga semua ucapan yang keluar dari mulutnya mampu menghujam kedalam relung – relung jiwa
Karena alasan yang sama pula ,saya tidak bisa menghindari obrolan tentang sisi – sisi negatif guru yang sempat tertangkap oleh penglihatan lahir batin saya. Dan saya mengungkapkan disini sama sekali bukan dengan maksud melukai hati dan perasaan  mereka yang kebetulan tersinggung oleh tulisan saya, melainkan karena besarnya harapan saya kepada mereka sebagai ujung tombak pendidikan. Saya berharap  apa yang saya samapaikan disini dapat menggugah dan menginspirasi para guru untuk terus berjuang menciptkan perubahan yang positif.

Apr 12, 2015

Kisi Kisi Soal Ujian SBK



Untuk saat ini mencoba menyusun beberapa contoh tentang Kisi-kisi Soal Ulangan tingkat Sekolah Dasar yang digunakan sebagai perangkat evaluasi.  Banyaknya meminta ketika sedang diskusi digrup media sosial menjadikan suatu dorongan dalam penulisan ini dengan harapan dapat dijadikan sebagai bahan perbandingan menuju  kelengkapan program evaluasi itu sendiri.

Karena salah satu upaya mengukur tingkat pemahaman siswa terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan adalah dengan dilaksanakannya evaluasi pembelajaran. Evaluasi dapat diartikan sebagai proses yang sistematis dalam menentukan sejauh mana tujuan pembelajaran dapat dicapai oleh siswa. Evaluasi dalam pendidikan merupakan salah satu dari serangkaian proses pembelajaran.
Kegiatan evaluasi hendaknya dilaksanakan secara terus menerus  selama dan sesudah proses pembelajaran. Dari kegiatan tersebut guru akan memperoleh hasil prestasi belajar siswa. Hasil belajar siswa ini  dapat digunakan sebagai umpan balik dan untuk menganalisis proses kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan. Dari hasil penilaian tersebut guru dapat memperoleh kesimpulan apakah proses pembelajaran perlu diadakan perbaikan secara klasikal, kelompok, maupun pengayaan bagi siswa yang telah mencapai tuntas belajar.

Agar evaluasi sesuai dengan program pendidikan, maka seorang guru diharuskan menyusun kisi-kisi soal. Menurut para ahli pengertian kisi-kisi adalah suatu format yang dapat berupa matriks yang memuat informasi dan dijadikan pedoman untuk menyusun soal menjadi tes.
Penyusunan kisi-kisi merupakan langkah penting yang harus dilakukan sebelum penulisan soal. Tanpa adanya indikator dalam kisi-kisi tidak dapat diketahui arah dan tujuan setiap soal. (Sopyanudin, 2006:41)

Di bawah ini ada contoh Kisi-kisi Soal sebagai bahan perbandingan untuk para Dewan Guru yang memang sedang mencarinya.

ARSIP